Jumat, 20 Desember 2013

Serat Bambu

Serat Bambu

serat bambu
Serat bambu merupakan revolusi ke lima di bidang tekstil. Serat bambu dibuat dengan bahan dasar bambu pilihan, diproses dengan teknologi tinggi dengan mengambil serat yang terdapat didalam bambu yang dicampur dengan bahan lainnya sehingga terbentuklah serat baru. Produk yang dapat menggunakan serat bambu sebagai bahan baku antara lain adalah pakaian, handuk, produk tekstil tempat tidur, celana, produk tekstil rumah tangga, t-shirt dan produk tekstil lainnya. 

Produk ini memiliki keunggulan yaitu membantu anda untuk menjaga kesehatan anda, lembut untuk kulit anda, bersamaan dengan meningkatkan taraf hidup anda, serat ini juga telah mengubah tingakat persaingan di industri terkait. Dikarenakan bambu memiliki kemampuan untuk memproduksi anion dan anti bakteri yang alami maka dalam proses pertumbuhannya tidak dibutuhkan pembasmi hama kimia, dan juga dalam proses pembentukannya menggunakan teknologi tinggi yang tidak memerlukan penambahan bahan kimia lainnya.

 Selain memiliki fungsi anti bakteri,anti tungau, anti bau dan anti-ultraviolet, serat bambu juga memiliki kelebihan dalam hal sirkulasi udara, kemampuan serap air, lebih kuat, mudah untuk diwarnai, dan juga kelebihan lainnya. Serat ini juga diberi julukan "bahan eko-tekstil yang dapat bernapas", "ratu dari tekstil". oleh para ahlinya, serat bambu disebut sebagai "bahan tekstil yang memiliki prospek pengembangan paling cerah di abad 21". Disebut juga revolusi ke lima dari industri pertekstilan setelah katun, wool, sutera dan kain lenan.


8 keunggulan dari serat bambu:

1. Fungsi anti bakteri dan membasmi bakteri
2. Fungsi menyerap dan menghilangkan bau
3. Fungsi menyerapkan dan menghilangkan kelembaban
4. Fungsi super anti-ultraviolet
5. Mengandung ion negatif (anion) di dalam serat bambu.
 Kepadatan anion dalam serat bambu mencapai 6000 bh/cm3 .
6. Fungsi far infrared rays (FIR)
7. Memiliki fungsi membersihkan yang kuat
8. Fungsi kenyamanan keindahan

Rabu, 18 Desember 2013

Manfaat Pohon Bambu

Manfaat Pohon Bambu

Bambu Muda (Rebung)
Anda pernah menyantap masakan rebung? Lezat bukan , apalagi disayur ala gudeg jogja, cita rasanya "mantab abis", sampai ada yang berkata kalau yang muda (bambu muda) saja enak apalagi yang tua, pasti lebih enak. Yah, bukan hanya sekedar kelakar, perlu Anda ketahui bahwa sebenarnya bambu mulai dari akar sampai batang dan daunnya memiliki banyak sekali manfaat.

Berikut beberapa diantara manfaat pohon bambu yang perlu Anda ketahui :

1. Tanah tempat tumbuh bambu bisa dijadikan pupuk, atau media tanam apapun, karena komposisi tanah disekitar tumbuhnya pohon bambu memiliki unsur dan kandungan nitrogen yang sangat lengkap.
2. Akarnya bisa dipergunakan sebagai sumber isolat dalam pembuatan PGPR.
3. Tunas pohon bambu, rebung bisa kita masak dan disajikan dengan aneka cita rasa sesuai selera.
4. Batang pohon bambu bisa untuk bahan bangunan rumah.
5. Batang pohon bambu juga sebagai bahan baku kerajinan tangan.
6. Batang pohon bambu dapat sebagai media fermentasi nutrisi kesehatan dan pakan ternak, yang terkenal dengan nutrisi bambu.

Tanaman Bambu
Berbagai kitab herbal, kitab obat klasik, dan farmakop Cina mencatat khasiat bambu dalam menyembuhkan penyakit. Diantaranya :
Bie Lu. Daun bambu bersifat dingin, tidak beracun, untuk mengobati rasa panas di dada dan batuk. Sheng Hui Fang. Bubur daun bambu bisa menyembuhkan jantung panas pada anak kecil atau tidak sadarkan diri. Ramuannya: daun bambu 60 g, beras secukupnya, dan 15 g yin chen (wormwood/Artemisiae scopariae) dibuat bubur. Kitab Terapi Herbal. Daun bambu mampu menyembuhkan batuk, haus, dahak, radang tenggorokan, dan menghilangkan rasa panas. Ben Cao Qiu Zhen. Daun bambu bisa menyegarkan hati, menghangatkan limpa, menghilangkan riak dan dahaga, angin jahat, batuk, sesak, muntah darah, stroke ringan, dan lain lain. Ben Cao Qiu Zhen. Daun bambu bisa menyegarkan hati, menghangatkan limpa, menghilangkan riak dan dahaga, angin jahat, batuk, sesak, muntah darah, stroke ringan, dan lain lain. Yao Pin Hua Yi. Kitab yang dikenal sebagai Kitab Definisi Obat ini mencatat, daun bambu menyegarkan, agak pahit, mampu menetralkan semua chi dingin dan panas.

Jing Yue (Kitab Herbal Klasik). Daun bambu, dengan aromanya yang ringan, bisa menetralkan rasa panas, terutama chi di jantung. Merupakan obat yang baik, terutama untuk mengobati dahaga karena hari panas, membersihkan sputum/riak di dada, meredakan rasa dingin dan lemah, batuk, dan asma. Hanya daun bambu yang bisa memasuki kandung empedu dan membawa chi netral ke dalam paru-paru untuk mengeluarkan panas. Ben Jing Feng Yuan. Dalam Kitab Herbal Klasik Shennong ini tertulis daun bambu menyembuhkan salah urat, luka, dan membunuh parasit.

Kamus Besar Obat Cina. Daun bambu meredakan rasa cemas dan panas, serta melancarkan buang air kecil
Nah, kebayang kan? betapa pentingnya tanaman bambu bagi kesehatan kita. Konon asal muasal Desa Jatimulyo, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul bukan karena pohon jatinya, tapi sebatang tongkat bambu yang ditancapkan ke bumi oleh seorang wali dan kemudian tumbuh menjadi hutan bambu. Tentang bagaimana cerita selanjutnya akan kita sampaikan pada edisi selanjutnya di kolom yang lain tentunya. (Supangkat – dari berbagai sumber).

Bambu adalah ...

Bambu adalah tanaman jenis rumput-rumputan dengan rongga dan ruas di batangnya. Bambu memiliki banyak tipe. Nama lain dari bambu adalah buluh, aur, dan eru. Di dunia ini bambu merupakan salah satu tanaman dengan pertumbuhan paling cepat. Karena memiliki sistem rhizoma-dependen unik, dalam sehari bambu dapat tumbuh sepanjang 60cm (24 Inchi) bahkan lebih, tergantung pada kondisi tanah dan klimatologi tempat ia ditanam.

Bambu diklasifikasikan ke lebih dari 10 genus dan 1450 spesies. Spesies bambu ditemukan di berbagai lokasi iklim, dari iklim dingin pegunungan hingga daerah tropis panas. Mereka terdapat di sepanjang Asia Timur dari 50o Lintang Utara di Sakhalin sampai ke sebelah utara Australia, dan di bagian barat India hingga ke Himalaya. Mereka juga terdapati di sub-Sahara Afrika,  dan di Amerika dari pertengahan Atlantik Amerika Utara hingga ke selatan ke Argentina dan Cili, mencapai titik paling selatan Bambu pada 47o Lintang Selatan. Benua Eropa tidak memiliki spesies bambu asli. 

Baru-baru ini telah diupayakan untuk membudidayakan bambu secara komersial di Danau Besar Afrika di Afrika Tengah bagian timur, terutama di Rwanda. Selain itu, berbagai perusahaan di Amerika Serikat juga menumbuhkan, memanen, dan mendistribusikan spesies bambu seperti Phyllostachys edulis. 

Terdapat dua bentuk bambu secara umum, yaitu bambu berkayu dari suku Arundinarieae dan Bambuseae, dan bambu rerumputan dari suku Olyreae. Analisis molekuler dari pastida menunjukkan bahwa terdapat tiga sampai lima garis keturunan utama dari bambu. 

Selasa, 17 Desember 2013

Bambu

Bambu 

 
Coba perhatikan, bambu yang tumbuh tinggi di kebun atau pekarangan ? ditiup angin Ia meliuk ke sana kemari. Bahkan, di tengah badai sekali pun, bahkan hingga liukannya seperti hendak menumbangkannya, bambu tetap kokoh berdiri. Tak tercerabut dari akarnya. Ia tak seperti banyak pepohonan yang tumbuh besar yang sering kali meski berbatang raksasa, namun saat tertiup angin, ambruk dengan mudahnya. Inilah pelajaran yang disebut oleh Lao Tzu, seorang guru dan filsuf besar China dalam salah satu pelajaran kehidupan yang disebutnya..Sekalipun bambu meliuk diterpa angin, dia mempunyai pegangan, akar yang kuat menghujam di tanah.

Bagaimana bambu bisa sekuat itu? Inilah pembelajaran kehidupan yang bisa kita petik dari ungkapan Lao Tzu.

Bambu saat pertama kali ditanam, di tahun pertama, di saat kita sibuk menyiraminya agar subur, ia seolah-olah diam saja. Bahkan, tak jarang, ilalang yang dibiarkan, malah tumbuh jauh lebih lebat dan suburnya.
Tahun berlalu. Cobalah terus memupuk dan menyiramnya. Bambu tetap seperti tak tumbuh. Seolah, tak ada sesuatu pun yang terjadi pada bambu tersebut. Malah, tumbuhan lain yang ada di sekilingnya, telah tumbuh dengan pesatnya.

Menginjak tahun ketiga, dengan kesabaran yang terus kita berikan, yakni dengan terus merawat dan menyiraminya, bambu tetap tak bergeming. Seolah ia tak mau tumbuh sehingga mulai memunculkan rasa frustasi bagi yang menanamnya.

Tahun keempat, pepohonan yang ada di sekeliling bambu telah makin tumbuh lebat dan bahkan ada yang sudah menjulang tinggi. Sementara, bambu hanya tetap diam dan seperti tak hendak tumbuh. Ia mungkin telah tumbuh, namun setengah atau semeter saja. Seolah tak mau tumbuh layaknya pohon lainnya.

Namun, di saat bambu menginjak tahun kelima, bagi yang tetap sabar merawatnya, akan segera menikmati hasilnya. Bambu yang seolah diam, ternyata tumbuh tinggi dengan cepatnya. Bahkan, hanya dalam hitungan minggu. Dan, ia tumbuh dengan kuatnya.

Apa yang terjadi? Dalam empat tahun pertama, ternyata tumbuh ke dalam tanah. Ia membentuk akar yang kuat sehingga dalam empat tahun, akarnya yang berserabut memancap kuat ke dalam tanah. Ia mengambil saripati terbaik dari dalam tanah sehingga mampu tumbuh menjadi bambu yang kuat diterpa angin dan kokoh dengan banyak manfaat yang bisa dipetik darinya.

Dengan masa tumbuh yang sangat lama itulah, bambu menjadi sangat kaya manfaat. Batangnya bisa dijadikan tulang rumah, dari tiang, dinding, hingga berbagai aksesoris yang menghiasi rumah. Mebel, pagar, bahkan lantai rumah pun bisa dibuat dari bambu yang kokoh. Tak hanya itu, dengan cara yang benar, bambu akan jadi dasar bangunan yang tahan rayap dan kokoh hingga bertahun-tahun lamanya.

Inilah pembelajaran yang bisa kita petik dari filosofi bambu. Seperti juga kehidupan. Ada proses panjang menuju terwujudnya impian. Sebab, tak ada sesuatu yang terbangun secara instan. Kalau pun ada, pastinya ia tak kan sekuat dan sekokoh kesuksesan yang didapat dengan peluh keringat dan darah perjuangan.

Dan, semua itu didapat bukan dalam waktu setahun dua tahun. Namun, tak jarang bertahun-tahun lamanya. Hingga, tak heran, banyak pula yang kemudian bertumbangan sebelum sampai puncak sukses yang didambakannya. Akibatnya, perjuangan kadang justru berhenti di saat hendak sampai puncak. Padahal, dengan sekali lagi, sekali melangkah, sekali menahan rasa sakit, sekali lagi terjatuh, barangkali di balik itu akan segera menemukan sukses yang dicari.

Kesabaran sang bambu inilah yang seharusnya bisa kita pelajari dan hayati untuk dipraktikkan dalam kehidupan. Meski tak terlihat orang, ia konsisten mencari dan menyerap yang terbaik di dalam tanah sehingga akarnya sangat kuat menghujam ke tanah.

Begitu pula kita sebagai insan luar biasa. Meski tak terlihat, belum tampak memberikan hasil yang diharapkan, kita harus konsisten untuk memperjuangkan apa yang pantas kita raih. Konsistensi dan integritas terhadap bidang yang kita jalani, serta apa yang kita perjuangkan inilah yang akan menjadi akar kuat sehingga saat sukses didapat, ia tak kan mudah digoyang dan digoncang badai kehidupan.

Proses layaknya bambu inilah yang harus kita pegang dalam setiap hal yang kita perjuangkan. Jangan pernah menyerah dengan hasil yang belum tampak di depan mata. Tapi, jika yakin dan sadar dengan apa yang diperjuangkan, serta terus fokus, sedikit demi sedikit, akar yang terbentuk akan menguatkan sukses kita.

Mari, syukuri apa pun hasil yang telah kita capai saat ini. Dan, dengan syukur itu, mari kita terus berjuang untuk mencapai hasil yang lebih baik dan lebih baik lagi. Sehingga, kita pun akan tumbuh pesat layaknya sang bambu yang kokoh karena fondasi akarnya yang kuat.